
Pernah merasa waktu 60 menit di IELTS reading terasa berjalan cepat? Baru selesai membaca satu bacaan, waktu sudah habis banyak hanya untuk memahami isi paragraf demi paragraf. Padahal, bagian IELTS reading terdiri dari 40 soal yang menuntut kecepatan membaca sekaligus ketelitian dalam menemukan jawaban.
Banyak peserta IELTS melakukan kesalahan yang sama, membaca semua kata demi kata seperti sedang membaca novel atau buku pelajaran biasa. Akibatnya, mereka kehabisan waktu sebelum semua soal selesai dikerjakan. Padahal, dalam IELTS reading, kamu tidak perlu harus memahami setiap kata untuk menemukan jawaban yang benar.
Di sinilah teknik skimming dan scanning menjadi sangat penting. Kedua teknik ini bisa membantu kamu membaca lebih cepat, fokus, dan terarah saat menghadapi teks IELTS yang panjang. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa menemukan informasi penting tanpa harus membaca seluruh teks secara detail. Melalui artikel ini, kamu akan memahami cara kerja skimming dan scanning, kapan teknik ini bisa digunakan, hingga cara melatihnya agar lebih efektif saat IELTS reading.
Apa Itu Skimming dan Scanning Dalam IELTS Reading?

Dalam IELTS reading, kemampuan membaca cepat menjadi salah satu faktor penting untuk menyelesaikan seluruh soal tepat waktu. Dua teknik yang paling sering digunakan untuk menghadapi permasalahan ini adalah skimming dan scanning.
- Pengertian Skimming
Skimming adalah teknik membaca cepat untuk memahami gambaran umum atau ide utama sebuah teks. Saat melakukan skimming, ada beberapa bagian yang biasanya menjadi fokus utama, seperti:
- Judul dan subjudul
- Kalimat pertama setiap paragraf
- Kata-kata penting atau keyword
- Kata yang dicetak tebal atau miring
- Kalimat penutup paragraf tertentu
Tujuan penggunaan skimming dalam IELTS reading adalah agar peserta bisa memahami topik utama, struktur bacaan, serta mengetahui paragraf mana yang kemungkinan berisi jawaban.
Kamu bisa mulai dengan membaca judul, melihat topik tiap paragraf, lalu memahami secara umum pembahasan apa saja yang muncul di dalam teks tersebut. Misalnya, dari judul “Habis Gelap Terbitlah Terang,” kamu bisa menyimpulkan bahwa isi bacaan tersebut adalah tentang RA Kartini, karena kalimat tersebut adalah ungkapan populer dari dirinya. Dengan memiliki teknik seperti ini, kamu akan lebih mudah menangkap informasi isi bacaan.
- Pengertian Scanning
Berbeda dengan skimming, scanning adalah teknik membaca untuk mencari informasi spesifik dalam teks. Teknik ini dilakukan dengan fokus pada keyword tertentu tanpa harus membaca seluruh bacaan dari awal sampai akhir. Dalam scanning, kamu dapat mencari:
- Nama orang
- Tahun
- Angka
- Lokasi
- Istilah ilmiah
- Kata kunci tertentu dalam soal
Tujuan scanning adalah menemukan jawaban secara cepat dan tepat. Misalnya, jika terdapat pertanyaan “Pada tahun berapa penelitian tersebut dilakukan?,” maka kamu tidak perlu membaca semua isi teks. Kamu cukup menggunakan melihat dengan teliti untuk mencari angka tahun yang muncul dalam bacaan.
Teknik scanning biasanya digunakan ketika:
- Sudah membaca pertanyaan terlebih dahulu
- Sedang mencari detail tertentu
- Ingin menemukan lokasi jawaban dalam teks
- Mengecek data atau fakta spesifik
Kemampuan scanning yang baik akan membantu kamu menghemat banyak waktu saat ujian, karena kamu bisa menemukan informasi yang spesifik dalam waktu singkat.
- Perbedaan Skimming dan Scanning
Meskipun sama-sama termasuk teknik membaca cepat, skimming dan scanning tetap memiliki perbedaan.
| Aspek | Skimming | Scanning |
| Tujuan utama | Memahami gambaran umum teks | Mencari informasi spesifik |
| Fokus membaca | Ide utama dan struktur bacaan | Keyword tertentu |
| Dilakukan kapan | Sebelum membaca detail | Saat mencari jawaban |
| Bagian apa yang diperhatikan | Judul, subjudul, kalimat awal paragraf | Nama, angka, tahun, data, istilah |
| Manfaat utama | Memahami konteks bacaan lebih cepat | Menemukan jawaban dengan efisien |
Dalam praktik IELTS reading, kedua teknik ini biasanya digunakan secara bersamaan. Skimming membantu memahami struktur teks, sedangkan scanning membantu menemukan jawaban spesifik.
Cara Menggunakan Strategi Skimming dan Scanning Saat IELTS Reading

Banyak peserta IELTS sudah mengenal skimming dan scanning, tetapi belum tahu cara menggunakannya dengan efektif saat ujian. Padahal, teknik ini bisa membantu membaca lebih cepat dan terarah. Berikut cara menggunakan strategi skimming dan scanning agar IELTS reading terasa lebih cepat dan efisien.
- Mulai Dengan Membaca Judul dan Subjudul
Langkah pertama yang sering diabaikan peserta IELTS adalah membaca judul dan subjudul terlebih dahulu. Padahal, judul memberi gambaran besar tentang isi bacaan, sedangkan subjudul membantu mengetahui pembahasan tiap bagian. Dengan memahami konteks sejak awal, otak akan lebih mudah mengenali keyword ketika mulai mencari jawaban.
Misalnya, jika judul bacaan adalah “The Future of Medical Technology,” maka kamu sudah bisa memperkirakan bahwa isi teks mungkin berkaitan dengan penelitian medis, inovasi alat kesehatan, atau perkembangan teknologi di bidang kesehatan. Hal ini juga membuat proses scanning menjadi lebih terarah karena kamu tahu jenis informasi apa yang kemungkinan muncul dalam teks.
- Gunakan Skimming Untuk Memahami Struktur Teks
Setelah membaca judul, gunakan teknik skimming untuk memahami struktur bacaan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan saat skimming antara lain:
- Membaca kalimat pertama setiap paragraf
- Memperhatikan kata yang dicetak tebal atau miring
- Mencari ide utama setiap paragraf
- Menandai bagian yang membahas topik tertentu
Dalam banyak teks IELTS, kalimat pertama paragraf sering menjadi petunjuk utama isi pembahasan paragraf tersebut. Misalnya:
- Paragraf pertama membahas latar belakang
- Paragraf kedua membahas penelitian
- Paragraf ketiga membahas dampak
- Paragraf keempat membahas solusi
Dengan mengetahui struktur ini, kamu tidak perlu membaca ulang seluruh teks ketika mencari jawaban. Teknik ini juga membantu menghemat waktu karena kamu sudah mengetahui di mana kemungkinan jawaban berada.
- Gunakan Scanning Saat Menjawab Soal
Setelah memahami gambaran umum teks, langkah berikutnya adalah menggunakan scanning untuk menemukan jawaban. Cara paling efektif menggunakan scanning adalah:
- Baca pertanyaan terlebih dahulu
- Cari keyword penting dalam soal
- Temukan sinonim atau paraphrase dalam teks
- Gunakan mata untuk mencari informasi spesifik
Keyword dalam IELTS reading biasanya berupa nama orang, tahun, angka, data statistik, lokasi, dan istilah khusus. Sebagai contoh, jika soal menyebut “research conducted in 2018,” maka fokuslah mencari angka “2018” atau sinonim pembahasan penelitian dalam teks.
- Fokus Pada Keyword dan Sinonim
Salah satu tantangan terbesar dalam IELTS reading adalah penggunaan paraphrase dan sinonim. Banyak peserta kesulitan menemukan jawaban karena mereka hanya mencari kata yang sama persis dengan soal. Padahal, IELTS sering mengganti kata menggunakan sinonim. Contohnya:
- Increase bisa berubah menjadi rise, growth, atau boost
- Big bisa berubah menjadi huge atau massive
- Decrease bisa berubah menjadi decline atau drop
Saat scanning, jangan hanya terpaku pada satu keyword. Cobalah mencari kata lain yang memiliki makna serupa. Kemampuan mengenali sinonim akan membuat proses menemukan jawaban jauh lebih cepat dan akurat.
- Atur Waktu Dengan Efisien
Time management adalah kunci utama dalam IELTS reading. Idealnya, kamu memiliki sekitar 20 menit untuk setiap bagian reading dan beberapa menit terakhir untuk mengecek jawaban. Jika menemukan soal yang membingungkan, jangan hanya stuck pada soal tersebut. Lewati terlebih dahulu, kerjakan soal lain yang lebih mudah, lalu kembali lagi jika masih ada waktu.
Dengan teknik skimming dan scanning kamu bisa mengurangi kebiasaan membaca terlalu detail sehingga waktu pengerjaan menjadi lebih efisien. Semakin cepat kemampuan membacamu, semakin besar peluang menyelesaikan semua soal sebelum waktu habis.
Kesalahan Umum Saat Menggunakan Teknik Skimming dan Scanning di IELTS Reading
Walaupun teknik skimming dan scanning terdengar sederhana, masih banyak peserta IELTS yang menggunakannya dengan cara kurang tepat. Akibatnya, proses membaca tetap terasa lambat dan jawaban sering tidak akurat. Berikut beberapa kesalahan umum yang paling sering terjadi saat menggunakan teknik skimming dan scanning.
- Membaca Semua Kata Secara Detail
Ini adalah kesalahan paling umum dalam IELTS reading. Banyak peserta mencoba memahami semua kata per kata bahkan hingga grammar, sehingga membaca jadi terlalu lambat dan menghabiskan banyak waktu. Padahal, IELTS reading lebih menekankan kemampuan menemukan informasi penting dengan cepat. Jika ada kata yang tidak dipahami, fokus saja pada ide utama dan keyword penting dalam paragraf.
- Tidak Membaca Pertanyaan Terlebih Dahulu
Kesalahan berikutnya adalah langsung membaca teks tanpa melihat pertanyaan terlebih dahulu. Akibatnya, scanning menjadi tidak terarah dan akhirnya peserta harus membaca berulang kali. Oleh karena itu, biasakan membaca pertanyaan lebih dulu agar kamu tahu keyword apa yang harus dicari.
- Terlalu Fokus Pada Satu Keyword
IELTS reading sering menggunakan sinonim dan paraphrase. Oleh karena itu, terlalu fokus pada satu keyword bisa membuat jawaban terlewat. Misalnya, kata “big” bisa diartikan dengan makna serupa menjadi “huge” atau “massive.” Maka, penting untuk memperkaya IELTS vocabulary terutama advanced vocabulary dan synonym agar lebih mudah menemukan jawaban dalam teks.
- Panik Saat Tidak Menemukan Jawaban
Banyak peserta panik ketika tidak langsung menemukan jawaban. Akibatnya, mereka membaca ulang teks berkali-kali dan terlalu lama fokus pada satu soal. Padahal, dalam IELTS reading, time management lebih penting dibanding perfeksionisme. Jika jawaban belum ditemukan, tetap tenang, lanjut ke soal berikutnya, lalu kembali lagi ke soal tersebut jika masih ada waktu.
- Jarang Latihan Reading Menggunakan Waktu Real
Banyak peserta IELTS berlatih reading tanpa menggunakan timer. Padahal, tantangan terbesar dalam IELTS reading adalah menyelesaikan 40 soal dalam 60 menit. Oleh karena itu, biasakan latihan menggunakan simulasi waktu real agar kemampuan skimming dan scanning terbentuk lebih natural saat ujian.
Kesimpulan
Strategi skimming dan scanning bukan sekadar teknik membaca cepat, tetapi skill penting yang bisa membantumu menyelesaikan IELTS reading dengan lebih efektif. Dengan memahami kapan harus membaca secara umum dan kapan harus mencari detail spesifik, kamu bisa menghemat waktu sekaligus meningkatkan akurasi jawaban.
Dalam IELTS reading, kamu tidak dituntut memahami setiap kata. Tapi yang terpenting adalah mampu menemukan informasi yang relevan dengan cepat dan memahami ide utama teks secara efisien. Oleh karena itu, kemampuan mengenali keyword, sinonim, dan struktur bacaan menjadi sangat penting.
Semakin sering kamu melatih teknik skimming dan scanning menggunakan soal IELTS berbasis waktu, semakin terbiasa juga kamu menghadapi tekanan saat ujian asli. Skill ini bukan hanya membantu meningkatkan skor reading, tetapi juga membuat proses membaca terasa lebih terarah.
Namun, kalau kamu masih bingung bagaimana menerapkan strategi IELTS reading dengan benar, sekarang saatnya belajar lebih terarah melalui Program IELTS Studyfirst. Dengan latihan yang tepat, kemampuan membaca cepat dan memahami soal IELTS bisa berkembang jauh lebih maksimal.



