Perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT Untuk Daftar Beasiswa, Jangan Sampai Salah Pilih!

Bayangkan kamu sudah mempersiapkan diri untuk mendaftar beasiswa luar negeri. Semua dokumen hampir lengkap, tetapi saat memeriksa persyaratan tes bahasa Inggris, kamu baru menyadari satu hal: sertifikat TOEFL yang dimiliki ternyata bukan jenis tes yang diminta oleh universitas tujuan.

Padahal, sertifikat kemampuan bahasa Inggris merupakan salah satu dokumen penting dalam proses pendaftaran beasiswa internasional. Banyak universitas menggunakan hasil tes ini untuk memastikan calon mahasiswa mampu mengikuti perkuliahan dalam bahasa pengantar Inggris. Situasi seperti ini cukup sering terjadi karena banyak pelamar belum memahami bahwa tes TOEFL memiliki beberapa jenis yang berbeda. Akibatnya, tidak sedikit dari mereka yang harus mengulang tes karena sertifikat yang dimiliki tidak sesuai dengan persyaratan beasiswa yang dituju.

Dua jenis tes yang paling umum digunakan adalah TOEFL ITP dan TOEFL iBT, yang sama-sama diselenggarakan oleh Educational Testing Service. Meskipun berada dalam sistem TOEFL yang sama, keduanya memiliki fungsi, format tes, serta tingkat pengakuan yang berbeda.

Oleh karena itu, memahami perbedaan antara kedua tes ini menjadi langkah penting sebelum mempersiapkan diri untuk mendaftar beasiswa. Kesalahan dalam memilih jenis tes bisa membuat sertifikat yang kamu miliki tidak dapat digunakan dalam proses pendaftaran. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT, serta membantu kamu menentukan tes mana yang paling sesuai dengan tujuan studimu.

Mengenal Apa Itu TOEFL ITP dan TOEFL iBT

Sebelum menentukan tes yang tepat, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu TOEFL ITP dan TOEFL iBT. Meskipun sama-sama bagian dari sistem TOEFL yang dikembangkan oleh Educational Testing Service, keduanya memiliki tujuan penggunaan dan format tes yang berbeda.

TOEFL ITP

TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang biasanya digunakan oleh institusi pendidikan atau lembaga tertentu untuk keperluan internal, seperti evaluasi kemampuan mahasiswa atau tes penempatan kelas bahasa Inggris. Tes ini masih menggunakan sistem paper-based test atau tes berbasis kertas.

  1. Tujuan

TOEFL ITP biasanya digunakan untuk beberapa tujuan akademik dalam institusi pendidikan. Tes ini sering dimanfaatkan sebagai tes penempatan kemampuan bahasa Inggris di universitas, alat evaluasi kemampuan bahasa Inggris mahasiswa, serta persyaratan kelulusan di beberapa perguruan tinggi. Selain itu, TOEFL ITP juga dapat digunakan sebagai salah satu syarat seleksi dalam program akademik tertentu di dalam negeri.

  1. Institusi yang menggunakan tes ini

TOEFL ITP umumnya digunakan oleh:

  • Universitas dalam negeri
  • Lembaga pelatihan bahasa
  • Program akademik internal kampus

Beberapa universitas luar negeri tertentu memang menerima TOEFL ITP, tetapi jumlahnya tidak sebanyak tes TOEFL internasional lainnya. Selain itu, penerimaan tes ini biasanya bersifat terbatas dan tergantung pada kebijakan universitas masing-masing.

  1. Struktur tes

TOEFL ITP terdiri dari tiga bagian utama:

  • Listening Comprehension
  • Structure and Written Expression
  • Vocabulary and Reading Comprehension

Tes ini lebih berfokus pada pemahaman tata bahasa dan kemampuan membaca serta mendengarkan.

  1. Skor penilaian

Rentang skor TOEFL ITP berada di kisaran 330 hingga 677. Skor tersebut biasanya dikategorikan dalam tiga tingkat kemampuan, yaitu Bronze (460–542), Silver (543–626), dan Gold (627–677). Dalam banyak kasus, skor minimal yang sering dijadikan acuan untuk kebutuhan akademik seperti beasiswa atau persyaratan pekerjaan umumnya berada pada kisaran 500 hingga 550.

  1. Kelebihan dan keterbatasan

Kelebihan

Beberapa kelebihan TOEFL ITP antara lain:

  • Biaya tes lebih terjangkau
  • Proses tes relatif lebih sederhana dan familiar karena berbasis kertas
  • Cocok untuk evaluasi kemampuan bahasa Inggris awal

Keterbatasan

Namun, tes ini juga memiliki beberapa keterbatasan:

  • Tidak menguji kemampuan speaking dan writing
  • Tidak selalu diterima oleh universitas luar negeri
  • Umumnya hanya digunakan untuk kebutuhan akademik internal

TOEFL iBT

TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang dilakukan secara online dan digunakan secara luas untuk keperluan akademik internasional. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik.

  1. Tujuan

Tes TOEFL iBT biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan akademik dan profesional di tingkat internasional. Tes ini sering menjadi syarat pendaftaran universitas luar negeri serta persyaratan dalam program beasiswa internasional. Selain itu, TOEFL iBT juga dapat digunakan dalam proses imigrasi atau studi di luar negeri, serta sebagai alat untuk mengevaluasi kemampuan akademik berbahasa Inggris seseorang dalam konteks pendidikan global.

  1. Institusi yang menggunakan tes ini

TOEFL iBT diterima oleh banyak universitas di berbagai negara dan menjadi salah satu tes bahasa Inggris yang paling umum digunakan sebagai persyaratan pendaftaran studi luar negeri, seperti:

  • Amerika Serikat
  • Kanada
  • Inggris
  • Australia
  • Selandia Baru

Karena pengakuannya luas secara global, tes ini sering menjadi salah satu syarat utama untuk pendaftaran studi luar negeri.

  1. Struktur tes

TOEFL iBT menguji empat keterampilan bahasa utama, yaitu:

  • Reading
  • Listening
  • Speaking
  • Writing

Peserta tidak hanya menjawab soal pilihan ganda, tetapi juga diminta untuk menyampaikan pendapat secara lisan dan menulis esai dalam bahasa Inggris.

  1. Skor penilaian

Rentang skor TOEFL iBT berada pada skala 0 hingga 120. Dalam banyak kasus, universitas luar negeri biasanya menetapkan skor minimum sekitar 70 hingga 100, tergantung dari kebijakan institusi dan jenjang yang dipilih. Penilaian ini berasal dari empat bagian tes utama, yaitu reading, listening, speaking, dan writing. Setiap bagian memiliki skor maksimum 30 poin, sehingga total keseluruhan skor merupakan akumulasi dari keempat keterampilan bahasa tersebut.

  1. Kelebihan dan keterbatasan

Kelebihan

Beberapa kelebihan TOEFL iBT antara lain:

  • Diakui secara internasional
  • Mengukur empat keterampilan bahasa sekaligus
  • Digunakan oleh banyak universitas dunia

Keterbatasan

Beberapa kekurangannya adalah:

  • Biaya tes lebih mahal
  • Format tes lebih kompleks
  • Membutuhkan kemampuan speaking dan writing yang baik

Perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT

Berikut beberapa perbedaan utama antara TOEFL ITP dan TOEFL iBT.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa TOEFL ITP dan TOEFL iBT memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan akademik masing-masing. Oleh karena itu, memahami perbedaan ini sangat penting sebelum memilih jenis tes. Jika salah memilih tes, maka sertifikat yang dimiliki tidak dapat memenuhi persyaratan pendaftaran universitas atau program beasiswa yang dituju.

Tes TOEFL Mana yang Sebaiknya Dipilih Untuk Daftar Beasiswa Internasional?

Memilih jenis tes TOEFL yang tepat sangat penting agar sertifikat yang dimiliki dapat digunakan dalam proses pendaftaran beasiswa. Dalam hal ini, penggunaan TOEFL ITP untuk beasiswa internasional sebenarnya tergantung pada kebijakan program beasiswa atau universitas yang dituju. 

Pada dasarnya, TOEFL ITP dirancang untuk penggunaan internal oleh institusi pendidikan atau lembaga lain, sehingga sebagian besar universitas luar negeri tidak menjadikannya sebagai syarat utama pendaftaran. Namun, dalam beberapa kasus tertentu, tes ini masih dapat diterima untuk tahap seleksi awal atau program khusus, salah satu universitas yang menerima TOEFL ITP adalah University of Arkansas (UARK) Amerika Serikat. Namun, kebijakan penerimaan dapat berubah sehingga kamu tetap perlu memeriksa persyaratan terbaru dari universitas tujuan.

Sementara itu, TOEFL iBT merupakan salah satu tes bahasa Inggris yang paling umum digunakan dalam pendaftaran universitas dan beasiswa internasional karena pengakuan yang luas di berbagai negara. Jika tujuan utamamu adalah melanjutkan studi ke luar negeri, TOEFL iBT biasanya menjadi pilihan yang lebih aman karena diterima oleh banyak institusi pendidikan internasional. 

Sebaliknya, jika kebutuhanmu hanya untuk keperluan akademik di dalam negeri, seperti syarat kelulusan kampus, seleksi program tertentu, atau tes penempatan bahasa Inggris, TOEFL ITP sudah mencukupi. Selain itu, sebagian orang juga menggunakan TOEFL ITP sebagai tes awal untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris sebelum mengikuti tes TOEFL internasional, sehingga mereka dapat mengetahui bagian mana yang masih perlu ditingkatkan.

Tips Mempersiapkan Tes TOEFL Untuk Daftar Beasiswa

Agar bisa mendapatkan skor TOEFL yang optimal, persiapan yang matang sangat diperlukan. Beberapa universitas biasanya menargetkan skor sekitar 80–100 pada TOEFL iBT, dan banyak peserta merasa bagian speaking serta writing menjadi yang paling menantang. Oleh karena itu, berikut beberapa tips yang dapat membantu proses belajarmu.

  1. Pahami Format Tes Secara Menyeluruh

Langkah pertama yang paling penting adalah memahami format tes yang akan diikuti. Pelajari setiap bagian tes TOEFL, termasuk jenis soal yang sering muncul pada:

  • Reading
  • Listening
  • Speaking
  • Writing

Dengan memahami struktur tes sejak awal, kamu bisa menyiapkan strategi belajar yang lebih efektif agar skor yang dihasilkan semakin optimal.

  1. Menentukan Target Skor Sejak Awal

Setelah memahami format tes, cari tahu terlebih dahulu skor minimum TOEFL yang diminta oleh universitas atau program beasiswa yang ingin dilamar. Setelah mengetahui persyaratan tersebut, tentukan target skor yang realistis sesuai kemampuanmu. Target ini dapat menjadi acuan dalam menyusun rencana belajar dan latihan tes.

  1. Melakukan Simulasi Tes Secara Rutin

Latihan tes secara rutin sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan mengerjakan soal TOEFL. Cobalah mengerjakan latihan dengan kondisi yang menyerupai tes asli, termasuk:

  • Batas waktu pengerjaan
  • Jenis soal yang sama
  • Jumlah soal yang setara

Hasil latihan tersebut bisa digunakan untuk mengevaluasi bagian mana yang masih perlu ditingkatkan.

  1. Mengikuti Program Persiapan Tes Jika Diperlukan

Jika merasa kesulitan belajar sendiri, mengikuti kelas persiapan TOEFL bisa menjadi pilihan yang tepat. Melalui program persiapan tes, kamu biasanya akan mendapatkan:

  • Strategi pengerjaan soal yang efektif
  • Simulasi tes yang menyerupai kondisi asli
  • Feedback dari mentor atau pengajar

Selain itu, kamu juga bisa mempelajari lebih banyak informasi mengenai tes ini melalui artikel seperti fakta menarik tentang TOEFL atau daftar universitas luar negeri yang menerima TOEFL ITP untuk memahami penggunaannya secara lebih luas. Namun, jika tujuan utamamu adalah melanjutkan studi ke luar negeri, TOEFL iBT menjadi pilihan yang tepat karena pengakuannya lebih luas secara internasional.

Kesimpulan

TOEFL ITP dan TOEFL iBT sama-sama merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang digunakan dalam berbagai kebutuhan akademik. Meskipun sama-sama berada dalam sistem TOEFL, keduanya memiliki tujuan penggunaan, format tes, hingga tingkat pengakuan yang berbeda.

TOEFL ITP umumnya digunakan untuk kebutuhan akademik nasional, seperti syarat kelulusan atau seleksi program tertentu di dalam institusi pendidikan. Sementara itu, TOEFL iBT lebih banyak digunakan untuk keperluan internasional karena mengukur empat keterampilan bahasa sekaligus, yaitu reading, listening, speaking, dan writing.

Memahami perbedaan antara kedua jenis tes ini menjadi langkah penting agar kamu dapat memilih tes yang paling sesuai dengan tujuan akademikmu. Dengan memahami format tes sejak awal dan mempersiapkan diri secara terarah, peluang untuk mendapatkan skor yang optimal tentu akan semakin besar.
Jika kamu ingin mempersiapkan tes TOEFL dengan strategi belajar yang lebih terstruktur, kamu juga bisa mengikuti Program TOEFL Studyfirst yang dapat membantumu memahami format tes, melakukan simulasi tes seperti aslinya, hingga strategi meningkatkan skor.